Oleh :Andriansyah; Kota:
Phone :085692655330; Email: andriansyah_smile@yahoo.co.id


BERITA
TOP RESELLER
advertisement
 
PERINGATAN KERAS! HATI-HATI TERHADAP PRODUK PALSU!
Jangan mudah tergiur dengan harga murah. Apabila Anda menemukan produk sejenis yang dijual dengan harga lebih murah tetapi tanpa perlindungan HAKI (Hak Kekayaan Atas Intelektual) No. ID 0 009 600 - D dan No. ID 0 009 601 - D maka produk tersebut adalah PALSU! Produk kami dikemas dengan boks perhiasan berwarna merah berbentuk persegi empat (bukan : lingkaran, oval atau bentuk hati). Terimalah produk dalam kemasan segel utuh (belum dibuka) dan masih terdapat hologram warna perak bertuliskan GnE Global Network Explorer. Kami tidak bertanggung jawab atas kualitas dan manfaat dari produk yang Anda beli, bila ternyata palsu.
Note: Kisah Nyata di web ini benar-benar asli. Bila ada situs lain yang menjual produk yang berbeda tetapi menggunakan salah satu atau beberapa Kisah Nyata dari www.biofirbiz.com maka bisa dikategorikan pembohongan publik dan dapat dikenai sanksi/tindakan hukum perdata. Mohon berhati-hati dan bijak.

KISAH NYATA PRIBADI KAMI

Baca Kisah Nyata Masyarakat

Kesemutan Sudah Setahun, Pulih Dalam 5 Hari Mengenakan Kalung Biofir

Nova-Herman, Terapi Kehamilan Kalung BiofirAgul Irianto, Usahawan Swasta, Bekasi, Kesemutan sudah setahunan, berangsur pulih dalam 5 hari setelah mengenakan kalung Biofir.
Kira-kira setahun sebelumnya, sekitar Juni 2006 saya mulai merasakan sering kesemutan di sekujur tubuh saya. Awalnya sedikit di sekitar tangan dan kaki saja sehingga tidak terlalu mengganggu. Saya mulai mencari buku-buku yang membahas kesehatan. Dari sekian banyak buku yang saya baca bahwa kesemutan adalah merupakan indikasi adanya penyakit diabetes, reumatik, dan bahkan jantung. Mengerikan memang. Dulu pada tahun 1998 memang saya pernah kena hipertensi, dan sampai ke dokter, tetapi dalam waktu tidak lama sudah sembuh dan tidak pernah kambuh lagi dengan cara menjaga pola makan. Jadi pada saat mulai saya terkena kesemutan tekanan darah saya normal-normal saja.

Kalau dari postur tubuh saya sebenarnya sangat seimbang, tidak gemuk dan tidak pula kurus. Namun demikian dengan adanya kesemutan ini, saya semakin memperketat pola makan saya juga olah raga saya, bahkan saya membeli peralatan treadmill sehingga olah raga saya lebih terukur. Sebulan, dua bulan, tiga bulan sampai enam bulan saya terapkan tidak ada perbaikan terhadap kesemutan saya tersebut. Malahan makin menjalar keseluruh tubuh, bahkan kadang-kadang kepalapun kesemutan, dan sesekali ada terasa senut-senut di dada meskipun tidak sering. Kesemutan tersebut makin terasa manakala saya sedang konsentrasi bekerja yang memerlukan olah otak, seperti menulis usulan teknis (proposal), analisa teknis, hitung menghitung, dan menulis laporan dll, maklum pekerjaan saya adalah di bidang konsultan (khususnya survey pengukuran, pemetaan, dan sistem informasi geografis berikut konsultansinya).

Check-up kesehatan 1

Tersiksa dengan semut-semut saya tersebut, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke dokter, padahal sebenarnya (jadi buka rahasia nih) saya paling takut pergi ke dokter, (sakitnya bukan karena penyakitnya tetapi karena vonis dokter!). Awalnya saya general checkup di rumah sakit terdekat dari tempat saya tinggal (tidak terlalu besar memang tetapi termasuk paling ramai di lingkungan Tambun). Hasil check-up menyatakan bahwa, gula darah, kolesterol, bahkan jantung semuanya normal.

Check-up kesehatan 2

Saya tidak puas dengan hasil check-up pertama di atas, saya merasa jangan-jangan karena rumah sakit pinggiran maka peralatannya tidak akurat, ataupun analisa dokternya masih kurang jam terbang, karena kenyataannya saya tetap saja merasakan kesemutan meskipun dinyatakan sehat. Sayapun general check-up lagi di lembaga check-up kesehatan yang cukup terkenal yaitu P***** yang jaringannya ada di seluruh Indonesia. Saya pilih yang paling dekat dengan kantor saya di Jakarta Selatan. Lagi-lagi hasilnya menyatakan tidak ada masalah dengan kesehatan tubuh saya "bapak hanya perlu banyak istirahat saja, bapak karena pikiran saja bahwa ayah bapak meninggal karena serangan jantung" demikian rekomendasi dari general check-up tersebut (memang betul ayah saya meninggal karena serangan jantung pada saat itu 10 bulan sebelumnya, saya belum ceritakan ya di depan tadi). Saya coba patuhi nasihat tersebut. Seminggu saya terapkan, namun..... tidak ada perbaikan juga.

Berobat ke spesialis jantung

Akhirnya saya pergi ke rumah sakit yang paling terkenal di Bekasi Timur M*****. Memperhatikan gula darah, kolesterol saya seimbang dan lain-lain yang berkaitan dengan hasil general check-up saya seimbang, maka saya langsung menyimpulkan sendiri bahwa saya musti menuju ke spesialis jantung. Saya serahkan semua hasil general check-up saya dari P*****, dan saya ceritakan keluhan kesemutan saya dan segala yang telah saya lakukan berkenaan dengan hal ini. Lalu dilakukanlah observasi menggunakan peralatan-peralatan treadmill dan komputer entah apa saya tidak tahu yang ada di ruangan dokter spesialis jantung tersebut, pengecekannyapun cukup lama kurang lebih setengah jam. Disimpulkanlah oleh dokter bahwa jantung saya baik-baik saja, dan saya diminta datang 6 bulan kemudian. Lalu saya jawab "lho dok tetapi saya kesemutan terus, kok tunggu 6 bulan lagi kembali kemari, bagaimana ceritanya..... dok".

Berobat ke spesialis syaraf

Pada saat itu juga saya dirujuk ke dokter spesialis syaraf, karena menurut dokter spesialis jantung, tidak ada masalah dengan jantung saya, kemungkinan ada gangguan syaraf. Okey saya manut saja. Saya ceritakan lagi keluhan kesemutan saya ke dokter spesialis syaraf, semua yang telah saya lakukan saya ceritakan padanya. Mulailah saya diobservasi syaraf. Kesimpulan dokter adalah syaraf saya baik-baik saja. "Tapi dok saya menderita kesemutan terus". Agak lama dokter berpikir keras, akhirnya beliau menuliskan resep "cobalah dengan resep ini, bila seminggu tidak ada perubahan datang kemari lagi".

Seminggu telah berlalu, obat sudah habis, kesemutanpun masih seperti sedia kala. Saya datang lagi ke dokter spesialis syaraf yang sama. Kembali dilakukan observasi syaraf, dan lagi-lagi dokter menyatakan baik-baik saja. Saya jawab "saya masih kesemutan dan tidak ada perbaikan dari minggu lalu". Dokter memberi resep baru lagi. Seperti minggu lalu dokter bilang bila seminggu tidak ada perubahan agar datang lagi. Benar saja seminggu kemudian tidak ada perubahan sedikitpun.

Dari sini saya mulai agak khawatir, "wah, kok kayak eksperimen saja ya" kalau terus menerus mengkonsumsi obat keras seperti ini (saya melihatnya dari harganya yang cukup mahal) apakah malah tidak merusak ginjal dan hati saya. Saya pernah membaca buku-buku kesehatan bahwa efek samping obat-obat kimiawi adalah pada ginjal dan hati.

Searching internet ketemu Biofir

Berangkat dari ikhtiar saya ke dokter, menjalani berbagai check dan pemeriksaan dan obat-obatan yang memakan biaya jutaan, sementara belum juga menunjukkan perbaikan kesemutan saya, maka mulailah saya mencari alternatif dengan searching di internet tentang kesemutan. Banyak sekali saya temukan cara penyembuhan dan obat-obatan maupun suplement yang dinyatakan dapat mengatasi kesemutan. Namun saya tertarik pada satu yang disebutkan pada web yang saya temukan bahwa ini "tidak perlu dimakan tidak perlu diminum, hanya cukup dikenakan saja, dikalungkan saja, bukan magic bukan mistis, tapi alamiah dan ilmiah hasil penelitian para ahli di Jepang, bisa untuk berbagai penyakit berat seperti stroke, jantung, darah tinggi, diabetes, vertigo, migrain, asma, sinusitas, prostat, tumor bahkan kanker, garansi seumur hidup, dan bisa diwariskan, sudah banyak dipakai oleh orang-orang terkenal, para akademisi, para dokter, para artis, para pejabat bahkan oleh Presiden SBY" yaitu kalung BIOFIR. Hal ini bener-bener membuat saya penasaran dan deg-degan, serasa kesemutan saya sudah sembuh. Dari situ saya pelajari semua tentang BIOFIR yang ada pada web tersebut. Meskipun pada saat itu saya merasa harganya cukup mahal kalung biofir ini yaitu Rp 1.290.000,-, namun karena saya ingin sembuh, maka saya minta penjelasan lebih detil dan order juga via email.

Ketika pulang ke rumah, saya ceritakan ke istri saya bahwa selama ini kita salah sangka terhadap Presiden SBY. Kita menyangka Pak SBY genit, pakai kalung segala.... Eeee ternyata itu kalung kesehatan untuk menjaga darah dan jantung, bukan kalung gaya-gayaan, wah harus minta maaf sama Pak SBY, kita su'udzan. Tapi istri saya masih tidak percaya juga. "Hati-hati Pah, jangan-jangan itu pakai jin, pakai jampi-jampi, lagian masa' laki-laki pakai kalung nggak sar'i lah....". Dalam hati saya mbatin "you nggak ngerasain semutannya sih jadi ya gampang ngomong gitu, kan kita sudah ikhtiar ke dokter, menghabiskan biaya cukup banyak (jutaan) nggak sembuh juga, nah ini ada alternatif yang alami, ilmiah, moderen, bukan magic, bukan klenik, bukan mistik, dan sudah banyak yang membuktikan untuk penyakit-penyakit yang jauh lebih berat dari yang saya derita".

Seminggu sudah order saya tidak ada jawaban, sampai saya merasa "jangan-jangan pada nggak bener nih para pedagang di internet". Eee, tiba-tiba seminggu kemudian saya ditelepon oleh Pak Ade Kadar Solihat yang saya kirimi email order, dan dia bercerita bahwa baru saja menjalankan ibadah umroh, hadiah dari perusahaan karena prestasi jualan kalung BIOFIR.

Kemudian kalung biofir beliau kirim pada 1 Mei 2007, dan langsung saya pakai. Sehari, dua hari, kok saya buang-buang air besar terus, seperti orang diare. Saya baca di website BIOFIR bahwa ini bagian dari "healing crisys" (krisis penyembuhan) yang reaksi pada tiap orang berbeda-beda, dan disitu disebutkan perbanyaklah minum air putih saja. Sayapun mengikuti anjuran tersebut. Alhamdulillah hanya 3 hari saja hal itu saya hadapi. Subhanallah, dengan kebesaran Allah SWT, setelah 5 hari kalung biofir saya pakai, kesemutan saya berangsur hilang, dimulai dari bagian kepala dan akhirnya yang di kaki, termasuk senut-senut di dada sayapun hilang.

Seminggu kemudian, saya dikontak oleh Pak Ade Kadar Solihat, tentang perkembangan kesehatan saya, dan saya ceritakan hasil positif yang saya rasakan. Dengan perkembangan tersebut Pak Ade menjelaskan bahwa produknya memang luar biasa dan bisnisnyapun lebih luar biasa lagi. Beliau presentasikan semuanya baik peluang, pangsa pasar, sistem, bisnisplan, dan support. Pak Ade kadar baru bergabung pada bulan Juni 2006, namun pada akhir Pebruari 2007 telah berpenghasilan 8 dijit dan mendapatkan bonus umroh gratis dari perusahaan, padahal hanya sambilan, apalagi bila fokus.

Dan akhirnya sayapun bergabung di bisnis franchise biofir ini per 8 Mei 2007.

 

Gejala Stroke Sembuh Dalam 5 Hari Mengenakan Kalung Biofir

Ibu mertua Agul Irianto, Terapi kalung biofir untuk gejala stroke

Ibu Hj. Sudarsini Prabawiyata (Ibu Mertua Agul Irianto), Ibu Rumah Tangga, Muntilan-Magelang, Gejala stroke sembuh dalam 5 hari setelah mengenakan kalung Biofir.

Dua minggu setelah saya mengenakan kalung biofir, kakak ipar saya, Bambang Edhy Pratomo, mengabarkan bahwa ibu terkena gejala stroke, dan kini bicaranya pelo serta tidak bisa berjalan sendiri, kalau ke mana-mana musti dipapah. Sudah dilakukan pengobatan dokter dan kombinasi dengan pijat refleksi, namun belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Langsung saja tanpa berpikir panjang bahwa saya musti mempersembahkan untuk ibu mertua saya, mengingat kalung biofir ini juga efektif untuk gejala stroke, mumpung belum terlanjur menjadi stroke kelas berat. Saya sampaikan niat saya ke istri saya bahwa saya akan mengirimkan kalung biofir. Namun lagi-lagi istri saya belum bisa menerima 100% rencana saya. Bahkan dia bilang bahwa akan mengirim uang saja, karena itu lebih dibutuhkan untuk pengobatannya sekarang. Tetapi saya berkeyakinan sekali bahwa kalung biofir ini akan efektif untuk gejala stroke ibu, karena saya benar-benar telah merasakan kesemutan saya yang berangsur hilang dalam 5 hari. Kemudian saya bilang "okey silahkan kalau you mau kirim uang, pakai uang belanja you, namun saya akan tetap mengirimkan kalung biofir ini". Bahkan kakak-kakak ipar saya yang lain di Jakarta juga kurang sreg dengan rencana saya tersebut, ya maklum saja karena belum kenal maka tak sayang. Tetapi setelah saya jelaskan ini hasil teknologi modern dari Jepang dan harganyapun lumayan mahal, akhirnya merekapun tidak banyak komentar lagi. Satu-satunya kakak ipar yang langsung mendukung saya tanpa ba bi bu adalah Mas Bambang Edhy Pratomo yang selalu dengan setia menunggui dan menjaga ibu di rumah.

Jadilah saya megirimkan kalung tersebut, karena waktu itu, Kamis, 17 Mei 2007, saya lagi banyak tender, banyak nyusun proposal, jadi tidak bisa menghantarkannya sendiri ke Muntilan-Magelang, maka saya utus anak buah saya untuk menghantarkannya ke sana. Anak buah saya karuan senang saja, sambil jalan-jalan ke Muntilan-Magelang, melihat hamparan hijaunya persawahan di lereng gunung Merapi.

Jumat, 18 Mei 2007, mulailah kalung tersebut dikenakan oleh ibu mertua saya. Kakak ipar saya, mengabarkan bahwa terjadi reaksi balik bahwa ibu mengeluh tulang-belulangnya sakit terus menerus hampir 3 hari. Karena sudah saya jelaskan, ibu mertua sudah mengimbanginya dengan air putih.

Subhanallah, pada hari Selasa, 22 Mei 2007, kakak ipar mengabarkan bahwa ibu bicaranya sudah jelas kembali (tidak pelo) dan pada saat sholat ashar, ibu bisa pergi ambil air wudlu sendiri tanpa perlu dipapah lagi, Alhamdulillah. Kamipun sujud syukur. Padahal usia ibu sudah 80 tahun.

 

Kalung Ketiga, Saya Persembahkan Ke Ibunda di Gombong

 

Ibunda Agul Irianto, Terapi kalung biofir untuk gejala stroke

Ibu Romisah Santoso (Ibunda Agul Irianto), Ibu Rumah Tangga, Gombong-Kebumen, Tulang belulang sakit kalau bangun tidur, berangsur pulih dalam 3 minggu  setelah mengenakan kalung Biofir.

Ibundaku tercinta sebenarnya fisiknya sangat tangguh, Ibu rumah tangga sejati, tidak pernah sakit, kalaupun sakit hanya sebatas masuk angin saja. Namun karena usianya yang sudah 60 th kini yang sering dirasakan adalah bahwa kalau bangun tidur di pagi hari tulang-belulangnya pada terasa sakit, kayak habis berjalan jauh saja (hiking kali ya kalau jaman kita sekolah dulu).

Saya teringat salah satu kalimat yang ada pada website Biofir mencuplik kata-kata Pak H. Ahmad Rifai, MMKes, ahli biofir dan telah terjun di bisnis franchise biofir: "Persembahkanlah kalung biofir ini pada ayah ibu anda, yang dengan adanya beliau maka kalian ada, yang dengan doanyalah senantiasa mengiringi kesuksesan anda. Kini mereka semakin renta, tubuh semakin tua, lapuk dimakan usia, makin tiada berdaya, harta benda sudah tiada berharga, hanya kesehatan yang diminta. Persembahkan kalung biofir ini pada mereka, InsyaAllah berguna baginya, yang doa-doanya mengalir senan-tiasa, untuk kesuksesan anak-anaknya".

Dengan tekat bulat ikhlas seratus persen saya persembahkan kalung biofir ke-3 untuk ibundaku tercinta (kebetulan ayahanda telah mendahului dikehendakiNya).

Beberapa minggu kemudian, Subhanallah, ini pengakuan tulus ibundaku: "Gul siki nyong nek tangi langsung gregah, ora nganggo lara-lara maning balunge, gampang nggo tangi mbengi, ngurangi ngantuk wiridane isa tambah dawa, tur siji mening kiye budhege dadi mending.... lewih cetha" ("Gul, sekarang saya kalau bangun langsung saja bangun, nggak pakai sakit-sakit lagi tulangnya, gampang untuk bangun malem, mengurangi kantuk dzikirnya jadi tambah panjang, dan satu lagi ini tulinya jadi mendingan..... lebih jelas"), Alhamdulillah, Ya Allah lindungilah mereka orang-orang tua kita, Amien.

Baca Kisah Nyata Masyarakat

   
Copyright © 2007 BiofirbizDotCom