KISAH NYATA PRIBADI KAMI
Baca Kisah Nyata Masyarakat
Kesemutan
Sudah Setahun, Pulih Dalam 5 Hari Mengenakan Kalung Biofir
Agul
Irianto, Usahawan Swasta, Bekasi, Kesemutan sudah setahunan, berangsur
pulih dalam 5 hari setelah mengenakan kalung Biofir.
Kira-kira setahun sebelumnya, sekitar Juni 2006 saya mulai
merasakan sering kesemutan di sekujur tubuh saya. Awalnya sedikit di
sekitar tangan dan kaki saja sehingga tidak terlalu mengganggu. Saya
mulai mencari buku-buku yang membahas kesehatan. Dari sekian banyak
buku yang saya baca bahwa kesemutan adalah merupakan indikasi adanya
penyakit diabetes, reumatik, dan bahkan jantung. Mengerikan memang.
Dulu pada tahun 1998 memang saya pernah kena hipertensi, dan sampai
ke dokter, tetapi dalam waktu tidak lama sudah sembuh dan tidak pernah
kambuh lagi dengan cara menjaga pola makan. Jadi pada saat mulai saya
terkena kesemutan tekanan darah saya normal-normal saja.
Kalau dari postur tubuh saya sebenarnya sangat seimbang, tidak gemuk
dan tidak pula kurus. Namun demikian dengan adanya kesemutan ini, saya
semakin memperketat pola makan saya juga olah raga saya, bahkan saya
membeli peralatan treadmill sehingga olah raga saya lebih
terukur. Sebulan, dua bulan, tiga bulan sampai enam bulan saya terapkan
tidak ada perbaikan terhadap kesemutan saya tersebut. Malahan makin
menjalar keseluruh tubuh, bahkan kadang-kadang kepalapun kesemutan,
dan sesekali ada terasa senut-senut di dada meskipun tidak sering. Kesemutan
tersebut makin terasa manakala saya sedang konsentrasi bekerja yang
memerlukan olah otak, seperti menulis usulan teknis (proposal), analisa
teknis, hitung menghitung, dan menulis laporan dll, maklum pekerjaan
saya adalah di bidang konsultan (khususnya
survey pengukuran, pemetaan, dan sistem informasi geografis berikut
konsultansinya).
Check-up
kesehatan 1
Tersiksa
dengan semut-semut saya tersebut, akhirnya saya putuskan untuk pergi
ke dokter, padahal sebenarnya (jadi buka rahasia nih) saya paling takut
pergi ke dokter, (sakitnya bukan karena penyakitnya tetapi karena vonis
dokter!). Awalnya saya general checkup di rumah sakit terdekat
dari tempat saya tinggal (tidak terlalu besar memang tetapi termasuk
paling ramai di lingkungan Tambun). Hasil check-up menyatakan
bahwa, gula darah, kolesterol, bahkan jantung semuanya normal.
Check-up
kesehatan 2
Saya
tidak puas dengan hasil check-up pertama di atas, saya merasa jangan-jangan
karena rumah sakit pinggiran maka peralatannya tidak akurat, ataupun
analisa dokternya masih kurang jam terbang, karena kenyataannya saya
tetap saja merasakan kesemutan meskipun dinyatakan sehat. Sayapun general
check-up lagi di lembaga check-up kesehatan yang cukup terkenal
yaitu P***** yang jaringannya ada di seluruh Indonesia. Saya pilih yang
paling dekat dengan kantor saya di Jakarta Selatan. Lagi-lagi hasilnya
menyatakan tidak ada masalah dengan kesehatan tubuh saya "bapak hanya
perlu banyak istirahat saja, bapak karena pikiran saja bahwa ayah bapak
meninggal karena serangan jantung" demikian rekomendasi dari general
check-up tersebut (memang betul ayah saya meninggal karena serangan
jantung pada saat itu 10 bulan sebelumnya, saya belum ceritakan ya di
depan tadi). Saya coba patuhi nasihat tersebut. Seminggu saya terapkan,
namun..... tidak ada perbaikan juga.
Berobat
ke spesialis jantung
Akhirnya
saya pergi ke rumah sakit yang paling terkenal di Bekasi Timur M*****.
Memperhatikan gula darah, kolesterol saya seimbang dan lain-lain yang
berkaitan dengan hasil general check-up saya seimbang, maka saya langsung
menyimpulkan sendiri bahwa saya musti menuju ke spesialis jantung. Saya
serahkan semua hasil general check-up saya dari P*****, dan saya ceritakan
keluhan kesemutan saya dan segala yang telah saya lakukan berkenaan
dengan hal ini. Lalu dilakukanlah observasi menggunakan peralatan-peralatan
treadmill dan komputer entah apa saya tidak tahu yang ada di ruangan
dokter spesialis jantung tersebut, pengecekannyapun cukup lama kurang
lebih setengah jam. Disimpulkanlah oleh dokter bahwa jantung saya baik-baik
saja, dan saya diminta datang 6 bulan kemudian. Lalu saya jawab "lho
dok tetapi saya kesemutan terus, kok tunggu 6 bulan lagi kembali kemari,
bagaimana ceritanya..... dok".
Berobat
ke spesialis syaraf
Pada
saat itu juga saya dirujuk ke dokter spesialis syaraf, karena menurut
dokter spesialis jantung, tidak ada masalah dengan jantung saya, kemungkinan
ada gangguan syaraf. Okey saya manut saja. Saya ceritakan lagi keluhan
kesemutan saya ke dokter spesialis syaraf, semua yang telah saya lakukan
saya ceritakan padanya. Mulailah saya diobservasi syaraf. Kesimpulan
dokter adalah syaraf saya baik-baik saja. "Tapi dok saya menderita kesemutan
terus". Agak lama dokter berpikir keras, akhirnya beliau menuliskan
resep "cobalah dengan resep ini, bila seminggu tidak ada perubahan datang
kemari lagi".
Seminggu
telah berlalu, obat sudah habis, kesemutanpun masih seperti sedia kala.
Saya datang lagi ke dokter spesialis syaraf yang sama. Kembali dilakukan
observasi syaraf, dan lagi-lagi dokter menyatakan baik-baik saja. Saya
jawab "saya masih kesemutan dan tidak ada perbaikan dari minggu lalu".
Dokter memberi resep baru lagi. Seperti minggu lalu dokter bilang bila
seminggu tidak ada perubahan agar datang lagi. Benar saja seminggu kemudian
tidak ada perubahan sedikitpun.
Dari
sini saya mulai agak khawatir, "wah, kok kayak eksperimen saja ya" kalau
terus menerus mengkonsumsi obat keras seperti ini (saya melihatnya dari
harganya yang cukup mahal) apakah malah tidak merusak ginjal dan hati
saya. Saya pernah membaca buku-buku kesehatan bahwa efek samping obat-obat
kimiawi adalah pada ginjal dan hati.
Searching
internet ketemu Biofir
Berangkat
dari ikhtiar saya ke dokter, menjalani berbagai check dan pemeriksaan
dan obat-obatan yang memakan biaya jutaan, sementara belum juga menunjukkan
perbaikan kesemutan saya, maka mulailah saya mencari alternatif dengan
searching di internet tentang kesemutan. Banyak sekali saya temukan
cara penyembuhan dan obat-obatan maupun suplement yang dinyatakan
dapat mengatasi kesemutan. Namun saya tertarik pada satu yang disebutkan
pada web yang saya temukan bahwa ini "tidak perlu dimakan tidak perlu
diminum, hanya cukup dikenakan saja, dikalungkan saja, bukan magic bukan
mistis, tapi alamiah dan ilmiah hasil penelitian para ahli di Jepang,
bisa untuk berbagai penyakit berat seperti stroke, jantung, darah tinggi,
diabetes, vertigo, migrain, asma, sinusitas, prostat, tumor bahkan kanker,
garansi seumur hidup, dan bisa diwariskan, sudah banyak dipakai oleh
orang-orang terkenal, para akademisi, para dokter, para artis, para
pejabat bahkan oleh Presiden SBY" yaitu kalung BIOFIR. Hal ini bener-bener
membuat saya penasaran dan deg-degan, serasa kesemutan saya sudah sembuh.
Dari situ saya pelajari semua tentang BIOFIR yang ada pada web tersebut.
Meskipun pada saat itu saya merasa harganya cukup mahal kalung biofir
ini yaitu Rp 1.290.000,-, namun karena saya ingin sembuh, maka saya
minta penjelasan lebih detil dan order juga via email.
Ketika
pulang ke rumah, saya ceritakan ke istri saya bahwa selama ini kita
salah sangka terhadap Presiden SBY. Kita menyangka Pak SBY genit, pakai
kalung segala.... Eeee ternyata itu kalung kesehatan untuk menjaga darah
dan jantung, bukan kalung gaya-gayaan, wah harus minta maaf sama Pak
SBY, kita su'udzan. Tapi istri saya masih tidak percaya juga. "Hati-hati
Pah, jangan-jangan itu pakai jin, pakai jampi-jampi, lagian masa' laki-laki
pakai kalung nggak sar'i lah....". Dalam hati saya mbatin "you nggak
ngerasain semutannya sih jadi ya gampang ngomong gitu, kan kita sudah
ikhtiar ke dokter, menghabiskan biaya cukup banyak (jutaan) nggak sembuh
juga, nah ini ada alternatif yang alami, ilmiah, moderen, bukan magic,
bukan klenik, bukan mistik, dan sudah banyak yang membuktikan untuk
penyakit-penyakit yang jauh lebih berat dari yang saya derita".
Seminggu
sudah order saya tidak ada jawaban, sampai saya merasa "jangan-jangan
pada nggak bener nih para pedagang di internet". Eee, tiba-tiba seminggu
kemudian saya ditelepon oleh Pak Ade Kadar Solihat yang saya kirimi
email order, dan dia bercerita bahwa baru saja menjalankan ibadah umroh,
hadiah dari perusahaan karena prestasi jualan kalung BIOFIR.
Kemudian
kalung biofir beliau kirim pada 1 Mei 2007, dan langsung saya pakai.
Sehari, dua hari, kok saya buang-buang air besar terus, seperti orang
diare. Saya baca di website BIOFIR bahwa ini bagian dari "healing
crisys" (krisis penyembuhan) yang reaksi pada tiap orang berbeda-beda,
dan disitu disebutkan perbanyaklah minum air putih saja. Sayapun mengikuti
anjuran tersebut. Alhamdulillah hanya 3 hari saja hal itu saya hadapi.
Subhanallah, dengan kebesaran Allah SWT, setelah 5 hari kalung biofir
saya pakai, kesemutan saya berangsur hilang, dimulai dari bagian kepala
dan akhirnya yang di kaki, termasuk senut-senut di dada sayapun hilang.
Seminggu
kemudian, saya dikontak oleh Pak Ade Kadar Solihat, tentang perkembangan
kesehatan saya, dan saya ceritakan hasil positif yang saya rasakan.
Dengan perkembangan tersebut Pak Ade menjelaskan bahwa produknya memang
luar biasa dan bisnisnyapun lebih luar biasa lagi. Beliau presentasikan
semuanya baik peluang, pangsa pasar, sistem, bisnisplan, dan support.
Pak Ade kadar baru bergabung pada bulan Juni 2006, namun pada akhir
Pebruari 2007 telah berpenghasilan 8 dijit dan mendapatkan bonus umroh
gratis dari perusahaan, padahal hanya sambilan, apalagi bila fokus.
Dan
akhirnya sayapun bergabung di bisnis franchise biofir ini per 8 Mei
2007.
Gejala
Stroke Sembuh Dalam 5 Hari Mengenakan Kalung Biofir

Ibu Hj. Sudarsini Prabawiyata (Ibu Mertua Agul Irianto), Ibu Rumah Tangga,
Muntilan-Magelang, Gejala stroke sembuh dalam 5 hari setelah mengenakan
kalung Biofir.
Dua minggu setelah saya mengenakan kalung biofir, kakak ipar saya, Bambang
Edhy Pratomo, mengabarkan bahwa ibu terkena gejala stroke, dan kini
bicaranya pelo serta tidak bisa berjalan sendiri, kalau ke mana-mana
musti dipapah. Sudah dilakukan pengobatan dokter dan kombinasi dengan
pijat refleksi, namun belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Langsung
saja tanpa berpikir panjang bahwa saya musti mempersembahkan untuk ibu
mertua saya, mengingat kalung biofir ini juga efektif untuk gejala stroke,
mumpung belum terlanjur menjadi stroke kelas berat. Saya sampaikan niat
saya ke istri saya bahwa saya akan mengirimkan kalung biofir. Namun
lagi-lagi istri saya belum bisa menerima 100% rencana saya. Bahkan dia
bilang bahwa akan mengirim uang saja, karena itu lebih dibutuhkan untuk
pengobatannya sekarang. Tetapi saya berkeyakinan sekali bahwa kalung
biofir ini akan efektif untuk gejala stroke ibu, karena saya benar-benar
telah merasakan kesemutan saya yang berangsur hilang dalam 5 hari. Kemudian
saya bilang "okey silahkan kalau you mau kirim uang, pakai uang belanja
you, namun saya akan tetap mengirimkan kalung biofir ini". Bahkan kakak-kakak
ipar saya yang lain di Jakarta juga kurang sreg dengan rencana saya
tersebut, ya maklum saja karena belum kenal maka tak sayang. Tetapi
setelah saya jelaskan ini hasil teknologi modern dari Jepang dan harganyapun
lumayan mahal, akhirnya merekapun tidak banyak komentar lagi. Satu-satunya
kakak ipar yang langsung mendukung saya tanpa ba bi bu adalah Mas Bambang
Edhy Pratomo yang selalu dengan setia menunggui dan menjaga ibu di rumah.
Jadilah
saya megirimkan kalung tersebut, karena waktu itu, Kamis, 17 Mei 2007,
saya lagi banyak tender, banyak nyusun proposal, jadi tidak bisa menghantarkannya
sendiri ke Muntilan-Magelang, maka saya utus anak buah saya untuk menghantarkannya
ke sana. Anak buah saya karuan senang saja, sambil jalan-jalan ke Muntilan-Magelang,
melihat hamparan hijaunya persawahan di lereng gunung Merapi.
Jumat,
18 Mei 2007, mulailah kalung tersebut dikenakan oleh ibu mertua saya.
Kakak ipar saya, mengabarkan bahwa terjadi reaksi balik bahwa ibu mengeluh
tulang-belulangnya sakit terus menerus hampir 3 hari. Karena sudah saya
jelaskan, ibu mertua sudah mengimbanginya dengan air putih.
Subhanallah,
pada hari Selasa, 22 Mei 2007, kakak ipar mengabarkan bahwa ibu bicaranya
sudah jelas kembali (tidak pelo) dan pada saat sholat ashar, ibu bisa
pergi ambil air wudlu sendiri tanpa perlu dipapah lagi, Alhamdulillah.
Kamipun sujud syukur. Padahal usia ibu sudah 80 tahun.
Kalung
Ketiga, Saya Persembahkan Ke Ibunda di Gombong

Ibu Romisah Santoso (Ibunda Agul Irianto), Ibu Rumah Tangga, Gombong-Kebumen,
Tulang belulang sakit kalau bangun tidur, berangsur pulih dalam 3 minggu
setelah mengenakan kalung Biofir.
Ibundaku
tercinta sebenarnya fisiknya sangat tangguh, Ibu rumah tangga sejati,
tidak pernah sakit, kalaupun sakit hanya sebatas masuk angin saja. Namun
karena usianya yang sudah 60 th kini yang sering dirasakan adalah bahwa
kalau bangun tidur di pagi hari tulang-belulangnya pada terasa sakit,
kayak habis berjalan jauh saja (hiking kali ya kalau jaman kita
sekolah dulu).
Saya
teringat salah satu kalimat yang ada pada website Biofir mencuplik kata-kata
Pak H. Ahmad Rifai, MMKes, ahli biofir dan telah terjun di bisnis franchise
biofir: "Persembahkanlah kalung biofir ini pada ayah ibu anda, yang
dengan adanya beliau maka kalian ada, yang dengan doanyalah senantiasa
mengiringi kesuksesan anda. Kini mereka semakin renta, tubuh semakin
tua, lapuk dimakan usia, makin tiada berdaya, harta benda sudah tiada
berharga, hanya kesehatan yang diminta. Persembahkan kalung biofir ini
pada mereka, InsyaAllah berguna baginya, yang doa-doanya mengalir senan-tiasa,
untuk kesuksesan anak-anaknya".
Dengan
tekat bulat ikhlas seratus persen saya persembahkan kalung biofir ke-3
untuk ibundaku tercinta (kebetulan ayahanda telah mendahului dikehendakiNya).
Beberapa
minggu kemudian, Subhanallah, ini pengakuan tulus ibundaku: "Gul siki
nyong nek tangi langsung gregah, ora nganggo lara-lara maning balunge,
gampang nggo tangi mbengi, ngurangi ngantuk wiridane isa tambah dawa,
tur siji mening kiye budhege dadi mending.... lewih cetha" ("Gul, sekarang
saya kalau bangun langsung saja bangun, nggak pakai sakit-sakit lagi
tulangnya, gampang untuk bangun malem, mengurangi kantuk dzikirnya jadi
tambah panjang, dan satu lagi ini tulinya jadi mendingan..... lebih
jelas"), Alhamdulillah, Ya Allah lindungilah mereka orang-orang tua
kita, Amien.
Baca
Kisah Nyata Masyarakat |